GudangMovies

Gudang yang baik punya lorong bernomor dan kardus berlabel. Di GudangMovies nomornya adalah tahun rilis: 171 film animasi, keluarga, dan komedi tersimpan dalam enam belas lorong, dari Film 1978 sampai Film 2026. Tiap poster ditempeli dua label, tahun rilisnya dan asalnya, Barat atau Indo, persis seperti cara gudang ini dulu menandai isinya.

Enam belas lorong: pilih tahunnya

1978–99Film 1978 sampai 1999

Lihat semua (10)

2000–04Film 2000 sampai 2004

Lihat semua (9)

2005–06Film 2005 dan 2006

Lihat semua (12)

2007–09Film 2007 sampai 2009

Lihat semua (11)

2010–11Film 2010 dan 2011

Lihat semua (9)

2012–13Film 2012 dan 2013

Lihat semua (8)

2014Film 2014

Lihat semua (8)

2015Film 2015

Lihat semua (8)

2016Film 2016

Lihat semua (13)

2017Film 2017

Lihat semua (12)

2018Film 2018

Lihat semua (8)

2019Film 2019

Lihat semua (16)

2020Film 2020

Lihat semua (9)

2021Film 2021

Lihat semua (10)

2022Film 2022

Lihat semua (12)

2023–26Film 2023 sampai 2026

Lihat semua (16)

★Film Indo

Lihat semua (31)

Panduan GudangMovies

GudangMovies: gudang film berlabel tahun, 171 film dalam enam belas lorong dari 1978 sampai 2026

Orang yang pernah bekerja di gudang tahu rahasianya: barang yang paling cepat ditemukan adalah barang yang dilabeli dengan baik. Lorong diberi nomor, kardus diberi tanggal, dan siapa pun bisa berjalan lurus ke tempat yang dicari. GudangMovies menyimpan film dengan cara itu.

Nomor lorong kami adalah tahun rilis. Sebanyak 171 film animasi, keluarga, dan komedi tersimpan dalam enam belas lorong, dari lorong Film 1978 sampai 1999 di ujung paling dalam hingga lorong Film 2023 sampai 2026 di dekat pintu. Tiap film berada di tepat satu lorong.

Tiap poster ditempeli dua label. Label biru di kiri bawah menyebut tahun rilisnya. Label di kanan bawah menyebut asalnya: gelap untuk Barat, hijau untuk Indo. Dua label itu meneruskan cara gudang ini menandai isinya sejak dulu.

Mengapa menyusun film menurut tahun rilis

Tahun rilis adalah keterangan yang paling jujur tentang sebuah film. Ia memberi tahu teknologi apa yang tersedia bagi pembuatnya, lelucon apa yang sedang digemari, dan seperti apa dunia ketika film itu pertama kali diputar.

Bagi penonton, tahun rilis juga penanda pribadi. Orang mengingat film dari tahun ia duduk di kelas enam, tahun pertama bekerja, atau tahun anak pertamanya lahir. Mencari "film tahun 2010" sering berarti mencari sepotong masa lalu sendiri.

Dan bagi keluarga dengan anak, tahun rilis membantu memilih. Animasi tahun 2006 tampak berbeda dari animasi tahun 2024, dan anak zaman sekarang kadang butuh pengantar sebelum menonton yang lama. Uraian gagasannya ada di Gudang berlabel tahun.

Cara lorong dibagi

Tiap film masuk lorong tahun rilis perdananya. Tahun yang ramai mendapat lorong sendiri: 2014 sampai 2022 masing-masing punya satu lorong. Tahun yang lebih sepi digabung dengan tetangganya, sehingga tiap lorong memuat delapan sampai enam belas film.

Lorong terdalam merentang paling panjang, dari 1978 sampai 1999, karena hanya sepuluh film di katalog ini yang berasal dari masa itu. Lorong terdepan menggabungkan 2023 sampai 2026.

Di dalam tiap lorong, film diurutkan menurut tanggal rilis, dari awal tahun sampai akhir tahun. Dua daftar gabungan, Film Barat dan Film Indo, mengumpulkan film menurut asalnya dari semua tahun.

Deret lorong di beranda

Di bawah judul halaman ada deret enam belas petak, satu untuk tiap lorong. Tiap petak memuat tahun, panjang rentangnya, dan jumlah film. Tekan sebuah petak dan halaman bergulir ke baris poster lorong itu.

Tiap baris menampilkan enam film paling dikenal dalam urutan rilis, dengan tombol "Lihat semua" untuk membuka lorong lengkapnya. Di bawah enam belas lorong ada baris Film Indo, lalu panduan yang sedang Anda baca.

Bagi pengunjung baru, langkah-langkah pertama dirangkum di Mulai di GudangMovies.

Lorong Film 1978 sampai 1999

Sepuluh film dari dua puluh dua tahun, dengan rata-rata rating 7,44, salah satu yang tertinggi di gudang. Dari masa sejauh itu, hanya film yang terus dicintai yang masih tersimpan.

Yang tertua adalah Grease, musikal sekolah tahun 1978. Lalu Nagabonar, tahun 1986, satu-satunya film Indonesia di lorong ini, komedi tentang pencopet Medan yang menjadi jenderal. My Neighbor Totoro, tahun 1988, adalah animasi tertua di gudang.

Dasawarsa sembilan puluhan menyumbang tujuh film: Hook, Forrest Gump, yang memimpin lorong dengan rating 8,5, Dumb and Dumber, Toy Story, Men in Black, Rush Hour, dan Toy Story 2. Tahun 1995 layak dicatat: itulah tahun film animasi komputer panjang pertama lahir.

Lorong Film 2000 sampai 2004

Sembilan film dengan rata-rata rating 7,15. Awal milenium adalah masa peralihan: animasi gambar tangan mencapai salah satu puncaknya, dan animasi komputer mulai mengambil alih.

Spirited Away, tahun 2001, memimpin dengan 8,5 dan digambar tangan dari awal sampai akhir. The Road to El Dorado termasuk animasi gambar tangan terakhir dari studio besar Amerika. Di sisi komputer ada Ice Age, The Incredibles, dan The Polar Express.

Film laga hidup di lorong ini adalah Spy Kids, Men in Black II, The School of Rock, dan The Terminal. Ponsel lipat dan pemutar cakram tampak di mana-mana, tanda zaman yang kini terasa manis.

Lorong Film 2005 dan 2006

Dua belas film dari dua tahun saja, sembilan di antaranya animasi. Rata-rata ratingnya 6,71. Inilah masa ketika hampir tiap studio membuka dapur animasi komputer, dan hewan yang berbicara membanjiri bioskop.

Tahun 2005 membawa Robots, Madagascar, Hoodwinked!, dan Corpse Bride, film boneka berdurasi 77 menit yang memimpin lorong dengan 7,6. Tahun 2006 lebih ramai lagi: Ice Age: The Meltdown, Over the Hedge, Cars, Open Season, dan Flushed Away.

Tiga film laga hidup menemani: Click, The Devil Wears Prada, dan Night at the Museum. Delapan film dari tahun 2006 menjadikannya tahun tersibuk di paruh pertama gudang.

Lorong Film 2007 sampai 2009

Sebelas film dengan rata-rata rating 6,54, terendah di gudang. Banjir animasi masih berlanjut, dan sebagian hasilnya terasa terburu-buru. Tetapi lorong ini juga menyimpan salah satu film terbaik sepanjang masa.

Film itu adalah Up, tahun 2009, berating 8,0, tentang kakek yang menerbangkan rumahnya dengan ribuan balon. Kung Fu Panda, tahun 2008, mencatat 7,3 dan memulai seri yang panjang.

Sisanya: Bee Movie, dua film Alvin, yaitu Alvin and the Chipmunks dan Alvin and the Chipmunks: The Squeakquel, Madagascar: Escape 2 Africa, Yes Man, Night at the Museum: Battle of the Smithsonian, Ice Age: Dawn of the Dinosaurs, dan Cloudy with a Chance of Meatballs. Film Indonesia di lorong ini adalah Get Married, tahun 2007. Empat lorong ini dirangkum di Lorong lama.

Lorong Film 2010 dan 2011

Sembilan film dengan rata-rata rating 6,91. Tahun 2010 adalah tahun perpisahan dan perkenalan: satu seri besar ditutup dan satu seri besar dimulai.

Yang ditutup adalah trilogi mainan dalam Toy Story 3, berating 7,8. Yang dimulai adalah kisah penjahat berhati lembut dan para makhluk kuningnya dalam Despicable Me. Tahun itu juga membawa Shrek Forever After, The Karate Kid, dan Legend of the Guardians: The Owls of Ga'Hoole.

Dari Indonesia, Alangkah Lucunya (Negeri Ini) memimpin lorong dengan 7,9, satire yang masih sering dikutip. Tahun 2011 menyumbang Midnight in Paris, Cars 2, dan Alvin and the Chipmunks: Chipwrecked.

Lorong Film 2012 dan 2013

Delapan film dengan rata-rata rating 6,86, tujuh di antaranya animasi. Lorong ini hampir seluruhnya berisi lanjutan dan dunia baru yang sedang dicoba.

Wreck-It Ralph dan Rise of the Guardians memimpin dengan 7,4, keduanya dunia baru: satu di dalam mesin gim, satu di antara tokoh dongeng. Brave memberi Pixar tokoh utama perempuan pertamanya.

Lanjutan diwakili Men in Black 3, Madagascar 3: Europe's Most Wanted, Ice Age: Continental Drift, dan Despicable Me 2. Epic melengkapi lorong.

Lorong Film 2014

Delapan film dalam satu tahun, dengan rata-rata rating 7,17. Tahun 2014 adalah tahun yang kuat bagi animasi: empat dari lima film animasinya mencatat 7,4 atau lebih.

Big Hero 6 dan How to Train Your Dragon 2 memimpin dengan 7,7. The Book of Life mencatat 7,5 dan The Lego Movie 7,4. Penguins of Madagascar dan Maleficent melengkapi sisi Barat.

Inilah juga lorong pertama dengan dua film Indonesia: Comic 8 dan Marmut Merah Jambu. Sejak tahun ini, label Indo muncul di tiap lorong tahunan sampai 2020.

Lorong Film 2015

Delapan film dengan rata-rata rating 6,95. Inside Out memimpin dengan 7,9, film yang membuat penonton segala umur membicarakan perasaan. The Intern mencatat 7,2.

Tahun itu juga tahun para makhluk kuning mendapat film sendiri dalam Minions. Home, Hotel Transylvania 2, dan The SpongeBob Movie: Sponge Out of Water melengkapi sisi animasi.

Dua film Indonesia menandai lahirnya gelombang komedi baru: Ngenest, film pertama Ernest Prakasa sebagai sutradara, dan Single karya Raditya Dika. Keduanya mencatat rating di atas 7.

Lorong Film 2016

Tiga belas film dengan rata-rata rating 6,95. Tahun 2016 adalah tahun paling beragam di gudang: animasi Amerika, animasi Jepang, musikal, dan tiga komedi Indonesia berdiri dalam satu lorong.

Your Name. memimpin dengan 8,5, film animasi Jepang tentang dua remaja yang bertukar tubuh. La La Land mencatat 7,9, Zootopia 7,8, dan Moana 7,6. Dua film Disney dalam satu tahun, dan keduanya menjadi kesayangan.

Kung Fu Panda 3, Trolls, The Secret Life of Pets, The Angry Birds Movie, dan Ice Age: Collision Course melengkapi sisi animasi. Dari Indonesia ada Koala Kumal, Hangout, dan Abdullah & Takeshi. Ghostbusters versi 2016 berdiri di dasar lorong.

Lorong Film 2017

Dua belas film dengan rata-rata rating 6,62, salah satu yang terendah. Tahun 2017 penuh lanjutan, dan sebagian disambut dingin. Tetapi lorong ini juga memuat empat film Indonesia, terbanyak sampai saat itu.

Gifted memimpin dengan 8,0, drama kecil tentang paman dan keponakan berbakat. The Lego Batman Movie mencatat 7,3 dan Beauty and the Beast 7,0. Jumanji: Welcome to the Jungle menghidupkan kembali sebuah nama lama dengan sukses besar.

Lanjutan diwakili Despicable Me 3 dan Cars 3, ditemani The Boss Baby dan The Emoji Movie. Empat film Indonesia tahun itu adalah The Guys, Stip & Pensil, Insya Allah Sah, dan Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 2.

Lorong Film 2018

Delapan film dengan rata-rata rating 7,27. Dua filmnya menembus 8,0: Spider-Man: Into the Spider-Verse dengan 8,4 dan Green Book dengan 8,2. Yang pertama mengubah wajah animasi, yang kedua memenangkan penghargaan film terbaik di negerinya.

Incredibles 2 datang empat belas tahun setelah film pertamanya dan mencatat 7,5. Ralph Breaks the Internet dan Peter Rabbit melengkapi sisi Barat.

Tiga film Indonesia di lorong ini memperlihatkan tiga arah: Si Doel the Movie menghidupkan sinetron legendaris, Belok Kanan Barcelona membawa empat sahabat ke Eropa, dan Sesuai Aplikasi menertawakan kehidupan pengemudi ojek daring.

Lorong Film 2019

Enam belas film, lorong tahunan terbesar, dengan rata-rata rating 7,03. Tahun 2019 adalah tahun terakhir sebelum bioskop dunia tutup sementara, dan jadwalnya padat.

Klaus memimpin dengan 8,2, disusul Knives Out dan How to Train Your Dragon: The Hidden World dengan 7,8. Toy Story 4 dan Abominable mencatat 7,5. Disney merilis tiga pembuatan ulang dalam satu tahun: Aladdin, The Lion King, dan Maleficent: Mistress of Evil.

Shazam!, The Secret Life of Pets 2, dan The Angry Birds Movie 2 melengkapi sisi Barat. Lima film Indonesia berdiri di sini, terbanyak di antara semua lorong: Preman Pensiun: The Movie, Rumput Tetangga, Si Doel the Movie 2, Mahasiswi Baru, dan Warkop DKI Reborn 3.

Lorong Film 2020

Sembilan film dengan rata-rata rating 7,14. Tahun ketika gedung bioskop gelap, dan banyak film berpindah ke layar rumah. Soul, berating 8,1, dirilis langsung di layanan streaming dan ditonton keluarga di ruang tamu pada akhir tahun.

Onward sempat tayang sebentar di bioskop sebelum semuanya ditutup. Trolls World Tour, The Croods: A New Age, The SpongeBob Movie: Sponge on the Run, dan Sonic the Hedgehog menempuh jalan masing-masing menuju penonton.

Dari Indonesia, Sabar Ini Ujian mencatat 8,0, film nasional berating tertinggi di gudang, ditemani Bucin dan Guru-Guru Gokil. Ketiganya sampai ke penonton lewat layanan streaming. Empat lorong ini dan empat sebelumnya dirangkum di Lorong tengah.

Lorong Film 2021

Sepuluh film dengan rata-rata rating 7,44, sejajar dengan lorong terdalam. Tahun pemulihan, dan mutunya mengejutkan: delapan dari sepuluh film mencatat 7,3 atau lebih.

Cruella memimpin dengan 8,0. Tiga film animasi mencatat 7,8: Raya and the Last Dragon, The Mitchells vs. the Machines, dan Luca. Encanto mencatat 7,6 dan lagunya menguasai tangga lagu dunia pada awal tahun berikutnya.

Free Guy, Ghostbusters: Afterlife, The Boss Baby: Family Business, Tom & Jerry, dan Red Notice melengkapi lorong. Inilah satu-satunya lorong tahunan sejak 2014 yang kosong dari film Indonesia di katalog ini.

Lorong Film 2022

Dua belas film dengan rata-rata rating 7,37. Delapan di antaranya animasi, dan gayanya paling beragam di seluruh gudang: gambar komputer, gambar tangan, dan boneka berdiri berdampingan.

Puss in Boots: The Last Wish memimpin dengan 8,2, dengan tampilan seperti lukisan. Guillermo del Toro's Pinocchio, berating 8,0, dibuat dengan boneka. Suzume, berating 7,9, digambar tangan di Jepang. Luck mencatat 7,8.

The Bad Guys, Turning Red, Minions: The Rise of Gru, dan Lightyear melengkapi sisi animasi. Film laga hidupnya Sonic the Hedgehog 2, The Adam Project, dan Glass Onion: A Knives Out Mystery. Dari Indonesia ada Mendarat Darurat.

Lorong Film 2023 sampai 2026

Enam belas film dari empat tahun, dengan rata-rata rating 7,46, tertinggi di gudang. Lima filmnya mencatat 8,0 atau lebih. Lorong terdepan adalah lorong terbaik.

Swapped, tahun 2026, memimpin seluruh gudang dengan 8,9. The Wild Robot mencatat 8,3, Flow dan Hoppers 8,1, dan KPop Demon Hunters 8,0. Kelimanya animasi, dari lima dapur yang berbeda.

Zootopia 2, The Super Mario Bros. Movie, Sonic the Hedgehog 3, Dungeons & Dragons: Honor Among Thieves, Mufasa: The Lion King, dan Moana 2 melengkapi sisi Barat.

Lima film Indonesia berdiri di sini: Dilan 1983: Wo Ai Ni, Kaka Boss, Keluarga Super Irit, Lupa Daratan, dan FOUFO, film animasi nasional tahun 2026. Empat lorong terakhir dirangkum di Lorong baru.

Gudang dalam angka

Seratus tujuh puluh satu film dari 48 tahun. Seratus empat puluh berlabel Barat dan tiga puluh satu berlabel Indo. Seratus satu adalah film animasi. Rata-rata rating seluruh gudang 7,06, dan dua puluh film mencatat 8,0 atau lebih.

Isi gudang condong ke masa kini. Separuh pertama rentang waktunya, dari 1978 sampai 2001, hanya menyumbang tiga belas film. Separuh kedua menyumbang sisanya. Dasawarsa 2010-an saja memuat 82 film, dan enam tahun sejak 2020 memuat 47 film.

Tahun tunggal tersibuk adalah 2019 dengan enam belas film, disusul 2016 dengan tiga belas film, serta 2017 dan 2022 dengan dua belas film. Tahun paling sepi yang masih punya wakil adalah 1978, 1986, 1988, dan 1991, masing-masing satu film.

Tahun mana yang paling bagus

Menurut rata-rata rating, tiga lorong memimpin hampir sejajar: 2023 sampai 2026 dengan 7,46, lalu lorong terdalam dan lorong 2021 dengan 7,44. Di belakangnya 2022 dengan 7,37 dan 2018 dengan 7,27.

Lorong terendah adalah 2007 sampai 2009 dengan 6,54, lalu 2017 dengan 6,62 dan 2005 sampai 2006 dengan 6,71.

Bentuknya seperti lembah. Film lama bernilai tinggi karena hanya yang terbaik yang bertahan. Pertengahan 2000-an turun ketika pasar dibanjiri animasi komputer yang serupa satu sama lain. Lalu nilainya naik lagi, dan lima lorong terakhir semuanya berada di atas 7,1. Animasi masa kini lebih berani dan lebih beragam, dan penonton menghargainya.

Dua puluh film berating 8,0 ke atas tersebar berat sebelah: lima berada di lorong terdepan, tiga di lorong terdalam, dan sisanya satu atau dua per lorong. Lima lorong, yaitu 2005 sampai 2006, 2010 sampai 2011, 2012 sampai 2013, dan 2014 serta 2015, kosong dari film semacam itu. Rinciannya ada di Tahun terbaik.

Durasi dari tahun ke tahun

Film di gudang ini makin panjang seiring waktu. Lorong 2005 dan 2006 mencatat rata-rata 93 menit, dan lorong 2007 sampai 2009 mencatat 95 menit. Lorong 2021 mencatat 111 menit dan 2022 mencatat 110 menit.

Selisih lima belas menit itu berasal dari dua hal. Animasi masa kini berani bercerita lebih panjang: Toy Story tahun 1995 hanya 81 menit, sedangkan Incredibles 2 tahun 2018 mencapai 118 menit. Dan film laga hidup untuk keluarga, seperti Cruella dengan 134 menit, kini hampir selalu melewati dua jam.

Bagi orang tua, ini petunjuk praktis. Untuk anak kecil yang cepat lelah, lorong pertengahan 2000-an adalah tempat mencari film pendek. Untuk anak yang lebih besar, lorong terbaru menawarkan cerita yang lebih kaya.

Label Barat dan label Indo

Gudang ini memakai dua label asal yang sederhana, warisan dari cara lama menandai film. Barat berarti film mancanegara: 135 berbahasa Inggris, empat dari Jepang, dan satu dari Latvia. Indo berarti film Indonesia.

Seratus empat puluh film Barat mencatat rata-rata 7,16, dan tiga puluh satu film Indo mencatat 6,62. Selisih itu perlu dibaca dengan adil: hampir semua film Indo di sini adalah komedi, genre yang selalu dinilai sedang, sedangkan sisi Barat memuat animasi terbaik dunia.

Label Indo pertama muncul di lorong terdalam lewat Nagabonar, lalu absen sampai 2007. Sejak 2014 ia hadir hampir tiap tahun, dan puncaknya pada 2019 dengan lima film. Perbandingan lengkapnya ada di Film Barat dan Film Indo.

Animasi dari tahun ke tahun

Berjalan dari lorong terdalam ke lorong terdepan adalah menonton sejarah animasi. My Neighbor Totoro, tahun 1988, digambar tangan dengan cat air. Toy Story, tahun 1995, memperkenalkan gambar komputer dengan mainan plastik, benda yang paling mudah digambar mesin masa itu.

Tahun 2001 dan 2002 memperlihatkan dua jalan: Spirited Away menyempurnakan gambar tangan, dan Ice Age mencoba bulu serta salju digital. Pada 2006, hampir semua animasi besar sudah dibuat dengan komputer.

Lalu, pada 2018, Spider-Man: Into the Spider-Verse menggabungkan komputer dengan garis komik, dan pintu terbuka. Klaus pada 2019, The Mitchells vs. the Machines pada 2021, Puss in Boots: The Last Wish pada 2022, dan The Wild Robot pada 2024 masing-masing punya tampilan sendiri. Ulasannya ada di Animasi dari tahun ke tahun.

Dua label di tiap poster

Tiap poster di GudangMovies membawa empat keterangan. Di sudut kanan atas ada bintang dan rating penonton. Di sudut kiri bawah ada label biru bertulisan "Film" dan tahun rilisnya. Di sudut kanan bawah ada label asal: Barat dengan warna gelap, Indo dengan warna hijau. Di bawah poster tertulis judul, genre utama, dan durasi.

Dua label itu sengaja dibuat menyerupai stiker gudang. Dengan sekali pandang pada sebuah baris, Anda melihat tahun berjalan dari kiri ke kanan dan warna hijau menandai film nasional. Penjelasannya ada di Dua label di poster.

Halaman film dan tombol Tonton sekarang

Tekan poster untuk membuka halaman film: judul, tahun, durasi, rating, genre, sinopsis berbahasa Indonesia, pemeran atau pengisi suara, dan sutradara. Dari sana Anda juga dapat menyimpan film ke Daftar Saya.

GudangMovies adalah panduan: tugasnya mengenalkan film dan menunjukkan jalannya. Di bagian "Tempat menonton" ada daftar negara dan tombol Tonton sekarang. Pilih negara Anda, tekan tombolnya, dan halaman judul itu terbuka di JustWatch dengan layanan langganan, sewa, beli, dan gratis yang menyediakannya. Soal sulih suara dan teks terjemahan ada di Bahasa dan subtitle.

Pencarian, Daftar Saya, dan ponsel

Kotak pencarian di bilah atas menerima judul, nama pemeran, nama sutradara, dan tahun. Mengetik angka tahun menampilkan seluruh isi lorongnya. Caranya ada di Pencarian.

Daftar Saya menyimpan pilihan Anda di peramban. Petunjuknya ada di Panduan Daftar Saya. Di ponsel, deret lorong tersusun empat kolom dan poster dua kolom. Lihat GudangMovies di ponsel.

Film dari tahun lahirmu

Permainan paling disukai pengunjung gudang ini adalah mencari film dari tahun lahir. Lahir tahun 1995? Film Anda Toy Story. Tahun 2001? Spirited Away atau Spy Kids. Tahun 2004? The Incredibles, The Terminal, atau The Polar Express.

Anak yang lahir pada 2010 seumur dengan Despicable Me dan Toy Story 3. Yang lahir pada 2014 seumur dengan Big Hero 6 dan The Lego Movie. Yang lahir pada 2016 punya pilihan terbanyak di antara balita gudang ini: Zootopia, Moana, Trolls, dan sepuluh lainnya.

Menonton film dari tahun lahir bersama anak adalah cara yang hangat untuk bercerita tentang hari ia datang ke dunia. Dan bagi orang tua, film dari tahun lahir sendiri sering menjadi pintu nostalgia. Daftar per tahun ada di Film dari tahun lahirmu.

Lanjutan dan jarak tahunnya

Karena gudang ini tersusun menurut tahun, jarak antara sebuah film dan lanjutannya terlihat jelas. Jarak terpendek biasanya dua atau tiga tahun: Madagascar tahun 2005 dan lanjutannya tahun 2008, Despicable Me tahun 2010 dan lanjutannya tahun 2013.

Jarak terpanjang jauh lebih menarik. The Incredibles dan Incredibles 2 berjarak empat belas tahun. Toy Story 2 dan Toy Story 3 berjarak sebelas tahun. Zootopia dan Zootopia 2 berjarak sembilan tahun. Penonton pertama film-film itu sudah beranjak dewasa ketika lanjutannya tiba.

Ada pula nama yang dihidupkan lagi setelah puluhan tahun. Ghostbusters tahun 2016 datang 32 tahun setelah film aslinya, dan Jumanji: Welcome to the Jungle 22 tahun setelah pendahulunya. Tahun pada label biru membantu membaca semua jarak itu.

Dua film bagus dalam satu tahun

Beberapa tahun memberi keluarga pilihan yang sulit. Tahun 2016 menghadirkan Zootopia dan Moana, keduanya dari studio yang sama. Tahun 2021 menghadirkan Luca, Raya and the Last Dragon, Encanto, dan The Mitchells vs. the Machines dalam dua belas bulan.

Tahun 2022 menghadirkan Puss in Boots: The Last Wish dan Guillermo del Toro's Pinocchio, dua film yang sama-sama berbicara tentang umur dan kehilangan dengan gaya yang bertolak belakang. Tahun 2024 menghadirkan The Wild Robot dan Flow, dua kisah hewan yang memperebutkan hati penonton.

Lorong tahunan membuat pasangan semacam itu berdiri berdampingan. Menonton keduanya dalam satu akhir pekan adalah cara terbaik menjawab pertanyaan lama: mana yang lebih bagus?

Menonton film lama bersama anak masa kini

Anak yang tumbuh dengan animasi tajam tahun 2020-an kadang heran melihat film lama. Mainan dalam Toy Story tampak kaku, dan manusia dalam The Polar Express tampak ganjil. Sedikit pengantar membantu.

Ceritakan bahwa film itu dibuat ketika komputer masih lambat, dan bahwa tiap detik gambar butuh berjam-jam hitungan mesin. Ajak anak mencari apa yang sulit digambar pada masa itu: rambut, air, kain. Mereka akan menonton dengan mata penyelidik.

Lalu biarkan ceritanya bekerja. Toy Story tetap lucu, My Neighbor Totoro tetap menenangkan, dan Ice Age tetap membuat anak tertawa pada tupainya. Gambar menua, tetapi lelucon yang baik dan tokoh yang disayangi tetap muda.

Komedi Indonesia dari tahun ke tahun

Tiga puluh satu label Indo, bila dibaca berurutan, menceritakan perjalanan komedi layar lebar kita. Nagabonar, tahun 1986, mewakili komedi klasik dengan latar perang kemerdekaan. Get Married, tahun 2007, mewakili komedi kampung kota pada masa kebangkitan bioskop.

Alangkah Lucunya (Negeri Ini), tahun 2010, membawa satire sosial. Lalu, pada 2014 dan 2015, datang generasi baru dari panggung komedi tunggal dan dunia buku: Marmut Merah Jambu, Comic 8, Ngenest, dan Single.

Tahun 2016 sampai 2019 adalah masa paling subur, dengan lima belas film dalam empat tahun, termasuk kebangkitan nama lama seperti Warkop dan Si Doel. Tahun 2020 membawa komedi ke layanan streaming. Dan lorong terdepan menutup cerita dengan komedi keluarga serta sebuah film animasi. Empat dasawarsa tawa, satu warna label.

Film musim liburan di tiap lorong

Banyak film keluarga dirilis menjelang liburan akhir tahun, dan beberapa di antaranya berlatar musim itu sendiri. The Polar Express, tahun 2004, adalah perjalanan kereta menuju kutub pada malam Natal. Rise of the Guardians, tahun 2012, mengumpulkan tokoh-tokoh hari raya.

Klaus, tahun 2019, menceritakan asal-usul sebuah tradisi dengan gambar tangan yang hangat. Encanto dan Moana sama-sama dirilis pada akhir November dan menjadi tontonan liburan keluarga pada tahunnya.

Untuk liburan sekolah di sini, pilihlah satu lorong dan habiskan dalam sepekan. Lorong 2014 atau 2021, dengan delapan sampai sepuluh film bermutu, pas untuk satu film per malam.

Hal-hal pertama di gudang ini

Label tahun memudahkan kita menandai tonggak. Animasi komputer panjang pertama: Toy Story, 1995. Film pertama seri Ice Age: 2002. Film pertama dari dapur para Minion: Despicable Me, 2010. Film Pixar pertama dengan tokoh utama perempuan: Brave, 2012.

Film pertama Ernest Prakasa sebagai sutradara: Ngenest, 2015. Film animasi Indonesia pertama di katalog ini: FOUFO, 2026. Film berbahasa selain Inggris, Indonesia, dan Jepang yang pertama: Flow, 2024, dari Latvia.

Dan film tertua yang masih punya lanjutan di gudang ini adalah Toy Story, yang kisahnya berlanjut sampai 2019 dan 2022. Tonggak-tonggak itu berdiri seperti papan penunjuk di sepanjang lorong.

Tiga cara menjelajahi gudang

Cara pertama, maju satu lorong tiap pekan. Mulai dari lorong terdalam dengan Toy Story, dan pilih satu film dari tiap lorong berikutnya. Dalam enam belas pekan Anda sudah menempuh hampir setengah abad film keluarga.

Cara kedua, mundur dari pintu. Mulai dari lorong terdepan, yang paling akrab bagi anak-anak, lalu berjalan ke belakang. Tiap pekan filmnya sedikit lebih tua, dan anak perlahan terbiasa dengan gaya lama.

Cara ketiga, lompat tahun. Tiap anggota keluarga memilih lorong tahun lahirnya, dan giliran menonton berputar. Kakek mendapat lorong terdalam, dan si bungsu mendapat lorong di dekat pintu.

Bekal kecil sebelum memilih

Pertama, tentukan tahunnya, atau setidaknya masanya. "Yang baru" atau "yang lama" sudah cukup untuk memilih ujung gudang.

Kedua, perhatikan warna label asal. Hijau berarti tawa dalam bahasa sendiri.

Ketiga, lihat rating di sudut poster, dan ingat bahwa komedi serta film anak kecil biasanya dinilai lebih rendah daripada drama.

Keempat, sesekali ambil dari lorong yang jarang dibuka. Lorong 2005 dan 2006 penuh film pendek yang ringan, pas untuk malam sekolah.

Sebuah seri sebagai penggaris waktu

Lima film Ice Age tersebar di lima lorong berbeda: 2002, 2006, 2009, 2012, dan 2016. Menontonnya berurutan seperti melihat penggaris waktu. Bulu mamut makin halus, air makin jernih, dan cerita makin jauh dari gua tempat semuanya bermula.

Ratingnya ikut bercerita: 7,4 pada film pertama, lalu 6,7, 6,8, 6,4, dan 6,1. Sebuah seri yang berjalan empat belas tahun jarang mempertahankan kesegaran awalnya, dan label tahun membuat penurunan itu mudah dibaca.

Seri lain memperlihatkan arah berbeda. Tiga film Sonic, pada 2020, 2022, dan 2024, naik dari 7,3 ke 7,4 lalu 7,6. Dua film Minion, pada 2015 dan 2022, naik dari 6,4 ke 7,3. Waktu bisa melelahkan sebuah seri, dan bisa pula mematangkannya.

Lorong 2020 dan cara kita menonton

Lorong 2020 menyimpan kenangan khusus. Itulah tahun ketika ruang keluarga menjadi bioskop. Onward baru sekitar dua pekan tayang ketika gedung-gedung ditutup. Trolls World Tour dirilis langsung ke rumah dan membuka perdebatan panjang tentang masa depan bioskop. Soul tiba di layanan streaming pada hari Natal.

Film Indonesia mengalami hal serupa. Sabar Ini Ujian, Bucin, dan Guru-Guru Gokil sampai ke penonton lewat layar ponsel dan televisi pintar. Kebiasaan menonton bersama di sofa, yang tumbuh pada tahun itu, bertahan sampai sekarang.

Lorong-lorong sesudahnya memperlihatkan dunia yang berubah. Sebagian film 2021 dan 2022 dibuat khusus untuk layanan streaming, dan mutunya setara dengan film bioskop. Panduan seperti ini lahir dari perubahan itu: ketika film ada di banyak tempat, orang butuh penunjuk jalan.

Juara tiap lorong

Bila tiap lorong mengirim satu wakil, inilah barisannya. Lorong terdalam: Forrest Gump, 8,5. Awal 2000-an: Spirited Away, 8,5. Lorong 2005 dan 2006: Corpse Bride, 7,6. Lorong 2007 sampai 2009: Up, 8,0.

Lorong 2010 dan 2011: Alangkah Lucunya (Negeri Ini), 7,9, satu-satunya juara lorong berlabel Indo. Lorong 2012 dan 2013: Rise of the Guardians, 7,4. Tahun 2014: Big Hero 6, 7,7. Tahun 2015: Inside Out, 7,9. Tahun 2016: Your Name., 8,5. Tahun 2017: Gifted, 8,0.

Tahun 2018: Spider-Man: Into the Spider-Verse, 8,4. Tahun 2019: Klaus, 8,2. Tahun 2020: Soul, 8,1. Tahun 2021: Cruella, 8,0. Tahun 2022: Puss in Boots: The Last Wish, 8,2. Lorong terdepan: Swapped, 8,9. Enam belas film itu adalah daftar tontonan yang nyaris sempurna, dan dua belas di antaranya animasi.

Empat label Barat dari Jepang

Label Barat di gudang ini mencakup semua film mancanegara, termasuk empat film animasi Jepang yang tersebar di empat lorong. My Neighbor Totoro di lorong terdalam, Spirited Away di awal 2000-an, Your Name. di lorong 2016, dan Suzume di lorong 2022.

Keempatnya mencatat rating 7,9 atau lebih, dan tiga di antaranya menjadi juara atau juara kedua di lorongnya. Jarak antara film pertama dan terakhir adalah 34 tahun, dan keempatnya setia pada gambar dua dimensi yang hangat.

Bagi keluarga yang baru mengenal animasi Jepang, urutan lorong adalah urutan yang baik: mulai dari Totoro yang lembut untuk anak kecil, lalu maju ke film-film yang lebih rumit untuk remaja.

Nama lama di tahun baru

Label tahun memperlihatkan kegemaran studio pada nama yang sudah dikenal. Tom dan Jerry, yang lahir pada dasawarsa empat puluhan, hadir di lorong 2021. Pinokio, tokoh dongeng abad kesembilan belas, hadir di lorong 2022. Si landak biru dari gim tahun sembilan puluhan hadir di tiga lorong sejak 2020.

Dongeng-dongeng Disney dari masa animasi gambar tangan hadir kembali sebagai film laga hidup di lorong 2014, 2017, dan 2019. Dan di sisi Indo, Warkop serta Si Doel membawa nama dari dasawarsa delapan puluhan dan sembilan puluhan ke lorong 2017 sampai 2019.

Nama lama memberi rasa aman bagi penonton dan studio. Tetapi juara tiap lorong, seperti terlihat di atas, hampir selalu sebuah cerita baru. Gudang ini menyimpan keduanya, dan tahun di label membantu membedakan mana yang lahir dan mana yang lahir kembali.

Tebak tahunnya

Cobalah permainan ini bersama keluarga. Sebutkan judul, lalu tebak tahunnya sebelum melihat label biru. Cars: 2006. Kung Fu Panda: 2008. Brave: 2012. Minions: 2015. Luca: 2021. Kebanyakan orang meleset dua atau tiga tahun, biasanya menebak terlalu muda.

Yang paling sering mengejutkan: Madagascar sudah berumur lebih dari dua puluh tahun, The School of Rock dirilis pada 2003, dan Grease hampir setengah abad lalu. Dari sisi Indo, Get Married bertahun 2007 dan Ngenest sudah lebih dari satu dasawarsa.

Permainan ini selalu berakhir dengan kalimat yang sama: "Masa sih sudah selama itu?" Dan itulah guna sebuah gudang berlabel tahun: mengingatkan betapa cepat waktu berjalan, dan betapa awet film yang baik.

Durasi dari lorong ke lorong

Label tahun juga bercerita tentang panjang film. Lorong 2005 dan 2006 adalah yang paling ringkas, dengan rata-rata 93 menit. Lorong 2021 adalah yang paling panjang, dengan rata-rata 111 menit. Selisih delapan belas menit itu setara dengan satu babak tambahan.

Film terpendek di seluruh gudang adalah Corpse Bride, 77 menit, di lorong 2005 dan 2006. Film terpanjang adalah Hook, 142 menit, di lorong terdalam. Di antara keduanya, sebagian besar film berdiri di kisaran satu setengah sampai dua jam.

Tiga lorong terdepan, dari 2021 sampai 2026, semuanya mencatat rata-rata 109 menit atau lebih. Film keluarga masa kini memberi ruang lebih luas untuk cerita. Bagi orang tua, angka ini berguna: untuk malam sekolah, lorong 2005 sampai 2009 menawarkan film yang selesai sebelum jam tidur.

Film animasi tetap yang paling hemat waktu. Toy Story dan Ice Age masing-masing 81 menit, Flow 85 menit, The Secret Life of Pets 86 menit. Empat film itu berasal dari empat lorong yang berjauhan, dan semuanya cukup untuk satu sore.

Jejak label Indo di tiap lorong

Tiga puluh satu film berlabel Indo tersebar di dua belas lorong. Jejaknya dimulai dari Nagabonar di lorong terdalam, berangka tahun 1986, lalu melompat ke Get Married pada 2007 dan Alangkah Lucunya (Negeri Ini) pada 2010.

Sejak 2014 jejak itu menebal. Dua film pada 2014, dua pada 2015, tiga pada 2016, empat pada 2017, tiga pada 2018, lima pada 2019, dan tiga pada 2020. Dalam tujuh tahun itu saja ada dua puluh dua film, lebih dari dua pertiga seluruh label Indo.

Lorong 2019 dan lorong terdepan sama-sama menyimpan lima film Indonesia, jumlah terbanyak. Di lorong 2019 ada Mahasiswi Baru, Preman Pensiun: The Movie, dan Rumput Tetangga. Di lorong terdepan ada Kaka Boss, Lupa Daratan, dan Keluarga Super Irit.

Empat lorong berisi label Barat seluruhnya: 2000 sampai 2004, 2005 dan 2006, 2012 dan 2013, serta 2021. Di lorong-lorong itu, penggemar film Indonesia cukup melangkah satu petak ke kiri atau ke kanan untuk bertemu label hijau lagi.

Memilih lorong menurut umur penonton

Tahun lahir penonton adalah kompas yang baik. Anak berumur tujuh tahun pada 2026 lahir pada 2019, dan lorong tahun lahirnya menyimpan Klaus, Toy Story 4, dan Abominable. Remaja lima belas tahun lahir pada 2011 dan tumbuh bersama lorong 2014 sampai 2017.

Orang tua yang lahir pada dasawarsa delapan puluhan akan merasa pulang di lorong terdalam. Hook dan Forrest Gump adalah film masa sekolah mereka. Kakek dan nenek mengenali Grease dan Nagabonar dari masa muda.

Malam film keluarga yang adil memberi tiap generasi giliran. Pekan ini lorong anak, pekan depan lorong orang tua, pekan sesudahnya lorong kakek dan nenek. Dalam tiga pekan, satu keluarga sudah menjelajahi hampir setengah abad film.

Cara ini dibahas panjang di Film dari tahun lahirmu, lengkap dengan saran untuk tiap kelompok umur.

Maraton satu lorong

Sebuah lorong tunggal cocok untuk akhir pekan panjang. Ambil lorong 2018, yang berisi delapan film dengan rata-rata rating 7,27. Sabtu pagi dibuka dengan Spider-Man: Into the Spider-Verse, siang diisi Si Doel the Movie, malam ditutup dengan Green Book untuk penonton dewasa.

Lorong 2014 juga delapan film dan sangat ramah anak: Big Hero 6, How to Train Your Dragon 2, dan Penguins of Madagascar bisa ditonton berturut-turut dengan jeda makan di antaranya. Dua film Indo di lorong itu, Comic 8 dan Marmut Merah Jambu, menunggu giliran setelah anak-anak tidur.

Maraton satu lorong memberi kesan yang khas: semua film itu menghirup udara tahun yang sama. Ponsel di tangan tokohnya serupa, lagu di latar belakangnya sezaman, dan gaya animasinya berbagi teknologi yang sama.

Membaca rating lintas tahun

Rating sebuah film lama dan film baru terbentuk dengan cara berbeda. Film dari lorong terdalam sudah dinilai selama puluhan tahun oleh banyak generasi penonton, sehingga angkanya mantap. Film dari lorong terdepan baru dinilai oleh penonton pertamanya, yang biasanya penggemar paling bersemangat.

Itu sebabnya angka 8,9 milik Swapped di lorong terdepan sebaiknya dibaca dengan senyum: film itu baru tiba, dan angkanya masih akan bergerak. Angka 8,5 milik Forrest Gump dan Spirited Away sudah teruji waktu selama lebih dari dua dasawarsa.

Saran praktisnya sederhana. Untuk lorong sebelum 2015, percayai rating sepenuhnya. Untuk lorong setelah 2022, gunakan rating sebagai petunjuk awal dan baca sinopsisnya dengan teliti. Halaman Tahun terbaik memuat perbandingan lengkap antarlorong.

Daftar Saya sebagai arsip pribadi

Tombol Daftar Saya bisa menjadi gudang kecil milik Anda sendiri. Simpan satu film dari tiap lorong, dan dalam enam belas tekanan Anda punya garis waktu pribadi dari 1978 sampai 2026.

Sebagian pengunjung menyimpan film menurut kenangan: film pertama yang ditonton di bioskop, film yang ditonton saat liburan sekolah, film yang ditonton bersama anak pertama. Label tahun membantu menempatkan kenangan itu pada waktunya.

Daftar tersimpan di peramban, jadi selalu siap ketika Anda kembali. Cara menyusunnya dijelaskan di Panduan Daftar Saya.

Pasangan film dari satu tahun

Tiap lorong menyimpan pasangan yang menarik untuk ditonton berdampingan. Di lorong 2016, Zootopia dan The Secret Life of Pets sama-sama bercerita tentang hewan di kota besar, dengan nada yang sangat berbeda. Di lorong 2019, Aladdin dan The Lion King sama-sama menghidupkan kembali animasi klasik.

Di lorong 2020, Soul dan Onward datang dari studio yang sama dan sama-sama bertanya tentang arti hidup dan kehilangan. Di lorong 2022, Puss in Boots: The Last Wish dan Guillermo del Toro's Pinocchio sama-sama mengolah dongeng lama menjadi sesuatu yang berani.

Pasangan lintas label juga ada. Di lorong 2015, The Intern dan Ngenest sama-sama bercerita tentang orang yang mencari tempatnya. Di lorong 2018, Green Book dan Belok Kanan Barcelona sama-sama film perjalanan. Dua film dari satu tahun, satu Barat dan satu Indo, adalah malam ganda yang menyenangkan.

Cara membaca baris poster

Setelah sebuah lorong terbuka, poster tersusun menurut tanggal rilis, dari awal tahun sampai akhir tahun. Urutan itu memperlihatkan irama tahun tersebut: film awal tahun, film liburan tengah tahun, lalu film akhir tahun.

Di sudut tiap poster ada label biru berisi tahun dan label kedua berisi asal film. Di bawah judul tertulis rating dan durasi. Empat keterangan itu cukup untuk memutuskan dalam beberapa detik apakah sebuah film layak dibuka halamannya.

Di lorong gabungan, misalnya 2007 sampai 2009, label tahun menjadi sangat berguna, karena film dari tiga tahun berdiri berdampingan. Uraian tentang label ada di Dua label di poster.

Di ponsel, dalam bahasa sendiri

Sebagian besar pengunjung membuka GudangMovies dari ponsel, biasanya pada malam hari ketika keluarga sudah berkumpul. Deret lorong tampil empat petak per baris, cukup besar untuk ibu jari, dan baris poster tersusun dua kolom dengan label yang tetap terbaca.

Seluruh keterangan ditulis dalam bahasa Indonesia: sinopsis, genre, nama lorong, dan tombol. Judul film mancanegara ditampilkan dalam bentuk yang dikenal penonton Indonesia, yaitu judul aslinya, sehingga mudah dicari di layanan mana pun.

Tentang sulih suara dan teks terjemahan, tiap layanan resmi punya pilihannya sendiri. Film animasi besar umumnya tersedia dengan sulih suara bahasa Indonesia, sedangkan film komedi dewasa umumnya hadir dengan teks terjemahan. Rinciannya ada di Bahasa dan subtitle, dan cara memakai situs di layar kecil ada di GudangMovies di ponsel.

Catatan kecil dari penjaga gudang

Ada beberapa hal kecil yang layak diketahui. Lorong 2019 dan lorong terdepan sama-sama berisi enam belas film, tetapi yang pertama berasal dari satu tahun dan yang kedua dari empat tahun. Lorong 2012 dan 2013 serta tiga lorong tahun tunggal, 2014, 2015, dan 2018, sama-sama berisi delapan film, jumlah paling ramping.

Tiga film berangka tahun 2026, yaitu Hoppers, Swapped, dan FOUFO, adalah penghuni termuda. Grease dari 1978 adalah penghuni tertua, dan jarak antara keduanya empat puluh delapan tahun. Di antara dua ujung itu, tiap dasawarsa punya wakil.

Gudang yang baik selalu tahu letak barangnya. Itulah janji sederhana di balik label tahun: tiap film punya satu alamat, dan alamat itu mudah diingat.

Lima langkah untuk kunjungan pertama

Langkah pertama: lihat deret lorong di beranda dan pilih satu tahun, atau satu masa. Langkah kedua: tekan petaknya. Baris poster lorong itu terbuka dalam urutan rilis.

Langkah ketiga: baca label tahun dan label asal, lihat ratingnya, lalu tekan film yang menarik. Langkah keempat: baca sinopsis dan lihat pemerannya. Langkah kelima: pilih negara Anda dan tekan Tonton sekarang untuk melihat layanan yang menayangkannya secara resmi.

Seluruh proses memakan waktu sekitar dua menit. Uraian tiap langkah ada di Mulai di GudangMovies.

Yang dijaga GudangMovies

Tiap film berada di tepat satu lorong, sehingga enam belas lorong itu bersih dari tumpang-tindih dan jumlahnya selalu 171. Lorong ditentukan oleh tahun rilis yang tercatat. Angka di halaman ini dihitung dari katalog itu sendiri.

Sinopsis ditulis dalam bahasa Indonesia. Rating adalah rata-rata penilaian penonton dan ditampilkan apa adanya, yang tinggi maupun yang rendah. Tombol Tonton sekarang selalu mengarah ke halaman pencarian layanan resmi.

Dan gudang ini akan tetap rapi: satu tahun, satu lorong, dua label di tiap poster.

Pertanyaan yang sering diajukan

Jawaban singkat untuk pertanyaan yang paling sering datang ada di bawah ini. Versi panjangnya ada di halaman Tanya jawab.

Pintu gudang selalu terbuka

Sebuah gudang film adalah lemari waktu. Di lorong terdalam ada mainan yang hidup dan seorang pria di bangku halte. Di lorong tengah ada balon, makhluk kuning, dan panda yang gemar makan. Di lorong terdepan ada robot di tengah hutan dan seekor kucing di atas perahu. Semuanya berlabel, semuanya mudah ditemukan.

Pilih satu tahun malam ini. Besok maju atau mundur satu lorong. Dan bila sebuah film membuat Anda teringat pada tahun pertama Anda menontonnya, label biru di sudut poster akan membenarkan ingatan itu. Selamat memilih, dan selamat menonton.

Pertanyaan

Apa itu GudangMovies?

GudangMovies adalah panduan film berbahasa Indonesia yang menyusun 171 film animasi, keluarga, dan komedi menurut tahun rilis. Ada enam belas lorong tahun, dari 1978 sampai 2026, dan tiap poster berlabel tahun serta Barat atau Indo.

Bagaimana lorong ditentukan?

Dari tahun rilis perdana tiap film. Tahun yang ramai, 2014 sampai 2022, punya lorong sendiri. Tahun yang lebih sepi digabung dengan tetangganya.

Di mana saya bisa menonton filmnya?

Buka halaman film, pilih negara Anda di bagian Tempat menonton, lalu tekan Tonton sekarang. Halaman judul itu terbuka di JustWatch dengan daftar layanan resmi yang menyediakannya.

Tahun mana yang paling banyak filmnya?

Tahun 2019 dengan 16 film, disusul 2016 dengan 13 film, serta 2017 dan 2022 dengan masing-masing 12 film.

Lorong mana yang ratingnya paling tinggi?

Lorong Film 2023 sampai 2026 dengan rata-rata 7,46, disusul lorong 1978 sampai 1999 dan lorong 2021 dengan 7,44.

Apa arti label Barat dan Indo?

Barat berarti film mancanegara, 140 judul. Indo berarti film Indonesia, 31 judul. Keduanya punya daftar gabungan sendiri.

Film mana yang paling tua dan paling baru?

Yang tertua adalah Grease, tahun 1978. Yang terbaru adalah tiga film berangka tahun 2026: Hoppers, Swapped, dan FOUFO.

Berapa film animasi di gudang ini?

Seratus satu dari 171 film adalah animasi. Dua belas dari enam belas juara lorong adalah film animasi.

Bisakah GudangMovies dibuka di ponsel?

Bisa. Deret lorong tersusun empat kolom, poster tampil dua kolom, dan menu ringkas terbuka dari tombol di sudut atas.

Bagaimana cara menyimpan film?

Tekan tombol Daftar Saya di halaman film. Daftar tersimpan di peramban Anda dan bisa dibuka kapan saja dari menu atas.